STUDY OF NUTRIENT CONTENT (NITROGEN ELEMENT) IN Kappaphycus alvarezii THALLUS IN RELATION TO FILAMENTOUS ALGAE ATTACHMENT IN THE BONE-BONE COASTAL WATERS, BAUBAU CITY
Authors
Adriyan Adriyan , Ma'ruf Kasim , Dedy OetamaDOI:
10.29303/jp.v16i1.2119Published:
2026-03-08Issue:
Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PERIKANANKeywords:
Alga filamen, Horizontal net, Kappaphycus alvarezii, NitrogenArticles
Downloads
How to Cite
Downloads
Abstract
This study aimed to determine the nitrogen content in the thallus of K. alvarezii in relation to
filamentous algae attachment. The research location was determined using the purposive
sampling method. This study used a horizontal net (horinet) as a cultivation tool. Sampling
of K. alvarezii thallus was conducted over 35 days with a 7-day interval. A total of 20 thallus
were collected during the study, consisting of 10 thallus with attached filamentous algae and
10 thallus without attached filamentous algae. The nitrogen content in the thallus was
calculated using the Kjeldahl method, which involves three main stages: digestion, distillation,
and titration. The results showed that the types of attached filamentous algae included one
species from the class Chlorophyta, namely Chaetomorpha crassa, and one species from the
class Rhodophyta, namely Neosiphonia apiculata. The highest average nitrogen content in the
thallus when filamentous algae were attached was 1.121%, and the lowest was 0.863%. In
contrast, in thallus without attached filamentous algae, the highest average nitrogen content
was 1.274%, and the lowest was 0.942%. The results of the one-way ANOVA test analysis
indicated no significant difference in nitrogen content between thallus with and without
attached filamentous algae.
References
Alimusra. (2021). Studi Tingkat Penyerapan Nutrien (N dan P) oleh Thalus Kappaphycus alvarezii yang Ditempeli dan Tidak Ditempeli oleh Enteromorpha clathrata di Perairan Pantai Lakeba Kota Baubau. Skripsi. Universitas Halu Oleo.
Arisandi, A., Farid, A., Wahyuni, E. A., & Rokhmaniati, S. (2013). Dampak Infeksi Ice-Ice dan Epifit terhadap Pertumbuhan Eucheuma cottonii. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences. 18(1): 1-6.
Astriana, B. H., Lestari, D. P., Junaidi, M & Marzuki, M. (2019). Pengaruh Kedalaman Penanaman Terhadap Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan di Perairan Desa Seriwe, Lombok Timur. Jurnal Perikanan Unram. 9(1): 17-29.
Atma, Y. (2018). Prinsip Analisis Komponen Pangan Makro & Mikro Nutrien. Deepublish. Yogyakarta.
Azim, M. E., Verdegem M. C. J & Van Dam A. A. (2005). Periphyton:Ecology, Exploitation and Management. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Masy Biodiv Indon. 2: 92-101.
Bunga, M., Latama, G & Irawati, I. 2018. Prevalensi Epifit Neosiphonia sp. pada Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Coklat dan Hijau. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, 5.
Edy, S., Ngangi, E. L & Mudeng, J. D. (2017). Analisis Kelayakan Lahan Budi Daya Rumput Laut (Ulva sp.) pada Lokasi Rencana Pengembangan North Sulawesi Marine Education Center di Likupang Timur. E-Journal Budidaya Perairan. 5(3): 23-35.
Fikri, M., Rejeki, S & Widowati, L. L. (2015). Produksi dan Kualitas Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan Kedalaman Berbeda di Perairan Bulu Kabupaten Jepara. Journal of Aquaculture Management and Technology. 4(2): 67-74.
Handayani, D. R., Armid, A & Emiyarti, E. (2016). Hubungan Kandungan Nutrien dalam Substrat terhadap Kepadatan Lamun di Perairan Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara. Jurnal Sapa Laut. 1(2): 42-53.
Harahap, A., Pramesti, R & Ridlo, A. (2022). Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. terhadap Variasi Dosis Media Walne. Journal of Marine Research. 11(3): 557-566.
Hosnan, M. H., Arisandi, A & Hafiludin. (2016). Identifikasi Spesies Alga Kompetitor Eucheuma cottonii pada Lokasi yang Berbeda di Kabupaten Sumenep. Prosiding Seminar Nasional Kelautan. 334-338.
Iklima, A. S. R., Diansyah, G., Agussalim, A & Mulia, C. (2019). Analisis Kandungan N-Nitrogen (Amonia, Nitrit, Nitrat) dan Fosfat di Perairan Teluk Pandan Provinsi Lampung. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands. 8(1): 57-66.
Kasim, M. (2016). Makro Alga, Kajian Biologi, Ekologi, Pemanfaatan dan Budidaya. Penebar Swadaya. Jakarta Timur.
Kushartono, E. W., Suryono, S & Setiyaningrum, E. (2009). Aplikasi Perbedaan Komposisi N, P dan K pada Budidaya Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Awur, Jepara. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences. 14(3): 164-169.
Legowo, A. M & Nurwantoro. (2004). Analisis Pangan. Semarang: UNDIP Pres.
Lubis, L. P., Lestari, F & Kurniawan, D. (2020). Tingkat Kesesuaian Kawasan Wisata Pantai Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan. Jurnal Akuatiklestari. 3(2): 30-39.
Minsas, S., Gusdiar, H & Idiawati, N. (2023). Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii Metode Keramba Bambu Apung Kurungan di Melanau Barat Pulau Lemukutan. Jurnal Akuatiklestari. 6(2): 159-167.
Muktiniati, M., Junaidi, M., & Setyono, B. D. H. (2022). Nitrogen Absorption Rate in Kappaphycus alvarezii with a Longline System in the IMTA (Integrated MultiTrophic Aquaculture) Area at Ekas Bay. Jurnal Biologi Tropis. 22(3): 815-823.
Nurdiana., Kasim, M & Yusuf, S. (2016). Study Tentang Komposisi Jenis dan Keanekaragaman Makroepifit pada Bududaya Rumput laut di Perairan Darawa Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Jurnal Manajmen Sumber Daya Perairan. 1(1): 93-98.
Patadjai, R. S., Kasim, M. R & Pratama, M. R. (2024). Comparison of Growth Rate of Seaweed Kappahphycus alvarezii Using Horizontal Net and Longline Methods. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation. 17(4): 1364-1374.
Perdana, D. P., Junaidi, M., & Scabra, A. R. (2022). Pengaruh Jarak Tanam Berbeda Terhadap Penyerapan Nitrogen Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Sistem Budidaya Terintegrasi. Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan. 10(2): 118-125.
Pramesti, R. (2013). Media Air Laut yang Diperkaya Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria lichenoides (L) Harvey. Buletin Oseanografi Marina. 2(1): 66-73.
Prayudha, M. R., Pramesti, R & Susanto, A. B. (2024). Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty, 1985) dengan Metode Lepas Dasar. Jurnal Enggano. 9(2): 208-215.
Purbiantoro, W., Lesmana, W., & Arfah, H. (2013). Jenis dan Pengaruh Keberadaan Alga Filamen pada Kegiatan Budidaya Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Kotania, Seram Bagian Barat, Maluku. Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian. 3(1): 8-15.
Rachmawati, S & Abdillah, A. A. (2019). Studi Pertumbuhan Bibit Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Hasil Kultur Jaringan dengan Metode Longline Berbingkai di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. Jurnal Perikanan Pantura (JPP). 2(1): 1-9.
Rahmadani, A. D., Wahyudi, I & Rois, R. (2020). Status Unsur Hara Nitrogen Tanah pada Tiga Penggunaan Lahan di Desa Lolu Kabupaten Sigi. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian (e-journal). 8(1): 32-37.
Risnawati., Kasim, M & Haslianti, H. (2018). Studi Kualitas Air Kaitannya dengan Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) pada Rakit Jaring Apung di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 4(2): 155-164.
Silvi, M. V., Redjeki, S & Riniatsih, I. (2022). Kandungan Nutrien di Sedimen pada Ekosistem Padang Lamun di Teluk Awur dan Pulau Panjang, Jepara. Journal of Marine Research. 11(3): 420-428.
Sofiana, M. S. J., Mardini, D. D., Safitri, I., Warsidah, W & Nurdiansyah, S. I. (2024). Kandungan Nutrien dan Fitohormon Rumput Laut Cokelat dari Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 27(4): 327-336.
Tisera, W. L & Tanody, A. S. (2020). Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Jenis Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty di Perairan Kabupaten Sumba Timur. Partner. 25(1): 1297-1310.
Togatorop, A. P., Dirgayusa, I. G. N. P & Puspitha, N. L. P. R. (2017). Studi Pertumbuhan Rumput Laut Jenis Kotoni (Eucheuma cottonii) dengan Menggunakan Metode Kurung Dasar dan Lepas Dasar di Perairan Geger. Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 3(47): 47-58.
Widiardja, A. R., Nuraini, R. A. T & Wijayanti, D. P. (2021). Kesuburan Perairan Berdasarkan Kandungan Nutrien pada Ekosistem Mangrove Desa Bedono, Demak. Journal of Marine Research. 10(1): 64-71.
Widyastuti, H., Kasim, M & Ketjulan, R. (2022). Pola Sebaran Klorofil-a Kaitannya dengan Kepadatan Daerah Budidaya Rumput Laut di Perairan Pantai Bone-Bone. In Seminar Ilmiah Nasional Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia. 2: 20-36.
Wulandari, W., Kasim, M. R & Nur, A. I. (2024). Preferensi Perekatan Filamentous Alga Pada Talus Kappaphycus alvarezii dan Jaring Horizontal Net di Pantai Bone-Bone. Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari (JIWaLL). 1(2): 180-191.
Yusran, Y., Cinnawara, H. T & Syarifuddin, M. (2021). Laju Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottoni dengan Bobot Bibit Berbeda Menggunakan Jaring Trawl dan Long Line. Fisheries of Wallacea Journal. 2(1): 10-19.










