COMPARATIVE ANALYSIS AND RISK ASSESSMENT OF RAINWATER AND BORED WELL WATER AS POTABLE WATER SOURCES IN COASTAL REGIONS
Authors
Uun Lestari , Putri Meira Shyiang Sri , Nur LaelyDOI:
10.29303/jp.v16i2.2078Published:
2026-04-30Issue:
Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANANKeywords:
Borehole Water, Coastal Area, Drinking Water Source, Rainwater, Water QualityArticles
Downloads
How to Cite
Downloads
Abstract
Water is a vital resource for coastal communities, which often have limited access to clean water. This study aimed to analyze and compare the quality of rainwater and borehole water as drinking water sources in Sayolo 3, Tanjung Village, South Sorong Regency. This study employed a quantitative descriptive approach. Water samples were collected directly from the sources and analyzed in a laboratory for 12 physical and inorganic chemical parameters. The results were compared with the quality standards stipulated in the Indonesian Minister of Health Regulation Number 2 of 2023. The findings indicate that rainwater meets all tested parameters, including pH, total dissolved solids (TDS), turbidity, iron (Fe), lead (Pb), manganese (Mn), nitrate, and hardness. In contrast, the borehole water contains iron (Fe) at a concentration of 0.309 mg/L, exceeding the maximum permissible limit of 0.2 mg/L, although its other parameters remain within the safe limits. It was concluded that rainwater is more suitable for direct use as a drinking water source in the study area, whereas borehole water requires additional treatment, specifically to reduce iron content, to ensure its safety for consumption.
References
Ambarsari, H. (2004). Manajemen dan teknologi proses yang tepat guna untuk mengatasi polusi nitrat di lingkungan tanah dan air dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Prosiding Seminar Pengelolaan Limbah, Balai Lingkungan Teknologi-BPP, Serpong.
Aryasa, I. W. T., Risky, D. P., & Artaningsih, N. P. L. J. (2019). Uji pendahuluan kualitas air pada sumber mata air di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(2), 76–81. https://doi.org/10.36002/jkt.v3i2.979
Awliahasanah, R., Dheva, N. S., Ervina, D. A., Dina, G., Delli, Y., Nyimas, S. M., & Desy, S. (2021). Analisis risiko kesehatan lingkungan kandungan mangan pada air sumur warga Kota Depok. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(2), 80–86. https://doi.org/10.36086/salink.v1i2.1051
Effendi, M. D., Andawayanti, U., & Cahya, E. N. (2026). Studi perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 6(1), 260–271.
Gafur, A., Kartini, A. D., & Rahman. (2017). Studi kualitas fisik kimia dan biologis pada air minum dalam kemasan berbagai merek yang beredar di Kota Makassar tahun 2016. Higiene, 3(1), 37–46. https://doi.org/10.24252/higiene.v3i1.2762
Handriyani, K. A. T. S., Habibah, N., & Dhyanaputri, I. G. A. S. (2020). Analisis kadar timbal (Pb) pada air sumur gali di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Banjar Suwung Batan Kendal Denpasar Selatan. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 9(1), 68–75. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v9i1.17842
Hanum, F. (2002). Proses pengolahan air sungai untuk keperluan air minum [Naskah akademik]. Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Heny, D. K. N., Dhanti, K. R., & Wardani, D. P. K. (2022). Analisis kandungan timbal (Pb) pada air sumur di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Kalipancur Kabupaten Purbalingga. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 9(1), 01–08. https://doi.org/10.32807/jambs.v9i1.224
Iyabu, H., Muhammad, A., Kilo, J., & Koli, A. (2020). Besi dalam air sumur: Studi kasus di Kelurahan Dulalowo dan Heledulaa. Jamb.J.Chem, 2(2), 46–52. http://dx.doi.org/10.34312/jambchem.v2i2.6990
Joann, G., Séré, G., Baudron, P., & Hien, E. (2022). Natural background levels of nitrates in groundwater: A review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(15), 9562 1.
Joko, T. (2010). Unit air baku dalam sistem penyediaan air minum. Graha Ilmu.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang pengawasan dan syarat-syarat kualitas air. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39938/permenkes-no-492menkesperiv2010
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk higiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan pemandian umum. https://peraturan.bpk.go.id/Details/93268/permenkes-no-32-tahun-2017
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar kualitas air minum. https://peraturan.bpk.go.id/Details/253048/permenkes-no-2-tahun-2023
Lestari, U., & Putri, M. S. S. (2024). Karakteristik lingkungan pemukiman kumuh di Sayolo 3 Kampung Tanjung Kabupaten Sorong Selatan. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 24(1), 55–69. https://doi.org/10.35965/eco.v24i1.4002
Mairizki, F., & Cahyaningsih, C. (2016). Groundwater quality analysis in the coastal of Bengkalis City. Journal of Dynamics, 1(2), 82–87.
Ningsih, Z., Ranova, R., & Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi Sumatera Barat. (2018). Uji cemaran bakteri Coliform pada air minum isi ulang dari depot di Kelurahan Tarok Dipo Bukittinggi. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 1(1), 2622–2256.
Nurasia. (2018). Analisis kualitas kimia dan fisika air minum dalam kemasan yang diproduksi di Kota Palopo. Jurnal Dinamika, 9(2), 35–41.
Nurjanah, U., Syauqi, M., & Afandi, B. (2025). Uji kelayakan air sumur bor di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Jember sebagai sumber air minum. BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 10(1), 29–38.
Rambe, R. N. R., Priwahyuni, Y., & Hayana, H. (2022). Analisis pengolahan air minum isi ulang terhadap kualitas bakteriologis (Escherichia coli) di wilayah kerja Puskesmas Ukui tahun 2021. Media Kesmas (Public Health Media), 2(1), 280–295. https://doi.org/10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.784
Riyanto, E., & Agung, S. (2020). Menggunakan ground water tank untuk pemenuhan air baku di lokasi bangunan perkuliahan (Lokasi Penelitian: Kampus 3, UM Purworejo). SEMESTA TEKNIKA, 23(2), 54–62. https://doi.org/10.18196/st.v23i1.8535
Rusdi, A., & Dwi, G. S. (2018). Potensi pemanfaatan material kapur dari Kabupaten Sorong Selatan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung pada ruas jalan di Kabupaten Sorong. Rancang Bangun, 4(2), 1–5. https://doi.org/10.33506/rb.v4i2.171
Said, N. I. (2005). Metoda penghilangan zat besi dan mangan di dalam penyediaan air minum domestik. Jurnal Air Indonesia BPPT, 1(3), 239–250. https://doi.org/10.29122/jai.v1i3.2352
Saputra, A. I., Haribowo, R., & Prasetyorini, L. (2026). Studi perencanaan sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 6(1), 46–56.
Susanti, N. S. B., Gafur, K. A., & Sumiaty. (2025). Analisis risiko kesehatan lingkungan kandungan besi dan mangan pada air sumur bor di Desa Polewali. Window of Public Health Journal, 6(5), 827–838.
Tombeng, R. B., Polii, B., & Sinolungan, S. (2013). Analisis kualitatif kandungan Escherichia coli dan Coliform pada 3 depot air minum isi ulang di Kota Manado. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 1(7), 1–6.
Utami, M. H. (2017). Penentuan kesadahan total dan warna pada air minum di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 1.
Widyastuti, R., Ellies, T. S. M., Nur, V. P., Tri, A. S., & Nastiti, K. (2022). Edukasi pengaruh konsumsi air sumur terhadap fungsi ginjal di Jember. HUMANISM Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 2–31. https://doi.org/10.30651/hm.v3i2.14361
Wiyono, S., Muksin, A., & Fauzi, A. (2022). Optimalisasi pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat di Desa Tajau Mulia Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa (JPMK), 4(2), 164–172.










