OBSERVATION OF WATER QUALITY FOR THE CULTIVATION OF CANTANG GROUPER IN PULO PANJANG, SERANG BANTEN
Authors
Lubi Yazid Al Jazari , Saifullah Saifullah , Muh. HerjayantoDOI:
10.29303/jp.v16i3.2279Published:
2026-06-17Issue:
Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PERIKANANKeywords:
Cantang Grouper, Pulo Panjang, Water QualityArticles
Downloads
How to Cite
Downloads
Abstract
Water is a cultivation medium that serves as a habitat for cultivated organisms. Information regarding its quality standards is necessary for the feasibility of fish culture. Cultivated organisms will experience changes, either directly or indirectly, if the aquatic environment they inhabit is unstable. This study aims to determine the suitability of Pulo Panjang waters for Cantang grouper cultivation based on its water quality standards. In this study, a purposive sampling method was used to determine the observation stations. The research parameters observed in situ were dissolved oxygen using the Winkler method, water depth using measuring tape, water transparency using a Secchi disk, salinity using a refractometer, pH using a pH meter, temperature using a thermometer, and current velocity using the Langrangian method. Moreover, the parameters observed ex situ were nitrate using the APHA method for nitrate measurement and phosphate using the APHA method for phosphate measurement. Observations of the research parameters were carried out three times every two weeks. The results of the parameter measurements obtained were then scored and compared with those of the water suitability class. Observations show that station 1 falls into the marginally suitable category (S3) with a score of 68%, station 2 falls into the marginally suitable category (S3) with a score of 68%, and station 3 falls into the unsuitable category (N) with a score of 64%. These findings indicate that the water quality at stations 1 and 2 is suitable, and station 3 is not suitable for use in Cantang grouper cultivation activity.
References
Adipu, Y., Lumenta, C., Sinjal, H. J. (2013). Kesesuaian Lahan Budidaya Laut Di Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 9(1): 19–26.
Anita, N. S., & Dewi, N. N. (2020). Evaluasi Tingkat penetasan, Kinerja Pertumbuhan dan tingkat Kelangsungan Hidup Kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatusi) di kolam Beton di Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Konferensi Internasional Ke- 2 Tentang Perikanan dan Kelautan
Anggraini, D. R., Damai, A. A., & Hasani, Q. (2018). Analisis kesesuaian perairan untuk budi daya ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) di Perairan Pulau Tegal, Teluk Lampung. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 6(1): 719-728.
Ariadi, H., Fajar, M., & Mahmudi, M. (2019). The relationships between water quality parameters and the growth rate of white shrimp (Litopenaeus vannamei) in intensive ponds. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 12(6): 2103-2116.
Badan Pusat Statistik. (2020). Kabupaten Serang Dalam Angka, 2020. 2 Mei 2024. https://serangkab.bps.go.id/id/publication/2020/04/27/40794deb85320b706ccef8d0/kabupaten-serang-dalam-angka-2020.html
Braga, E. S., Azevedo, J. S., Oliveira, A. L., & Favaro, D. I. T. (2017). Trace elements and nuclear abnormalities in fish species of two brazilianestuarine regions an attempt to increase the matrix for environmental monitoring. Journal of Aquaculture and Marine Biology, 6(2): 242-250.
Chaniago, A. A. (2020). Hibridisasi ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan ikan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus). Makalah Ilmiah, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Riau. p. 3.
Hamuna, B., Tanjung, R. H. R., Suwito, M. H. K. & Alianto. (2018). Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Distrik Depapre Jayapura, Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1):35-43.
Harianto, E., & Efendi, I. (2017). Analisis Fisika Kimia Perairan Untuk Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Kerapu (Serranidae) di Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggaran Barat dengan Metode Storet dan Analisis Multivariat. Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 2(1): 25-42.
Hastari, I. F., Kurnia, R., & Kamal, M. M. (2017). Analisis Kesesuaian Budidaya KJA Ikan Kerapu Menggunakan SIG di Perairan Ringgung Lampung. Jurrnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1): 151-159.
Hitijahubessy, B., Mulyani, S., & Hadijah. (2019). Analisis Kelayakan Untuk Budidaya Ikan Kerapu Pada Karamba Jaring Apung di Teluk Ambai Yapen. Journal of Aquaculture Environment, 1(2): 13–19.
Hua, A. K. (2017). Identifying the source of pollutants in Malacca River using GIS approach. Applied Ecology and Environmental Research, 15(4): 571–58.
Ismi, S., & Asih., Y. N. (2013). Teknik pemeliharaan larva untuk peningkatan mutu benih kerapu pada produksi massal secara terkontrol. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Lombok 11-13 Juni 2013, hlm. 331-338.
[KLH] Kementrian Lingkungan Hidup. (2004). Keputusan Kementrian KLH No. 51/2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta: KLH
Marpaung, L. S., Wardiatno, Y., Setyobudiandi, I., & Arifin, T. (2019). Daya Dukung Budidaya Ikan Kerapu Pada Keramba Jaring Apung Teluk Awang dan Teluk Bumbang, NTB. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 9(1): 43–53.
Mustafa, A. A., Tarunamulia, T., Hasnawi, H., & Radiarta, I. N. (2017). Karakteristik dan Kesesuaian Perairan Untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Jurnal Riset Akuakultur, 12(2): 187- 196.
Ngabito, M., & Auliyah, N. (2018). Kesesuain Lahan Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus sp.) Sistem Keramba Jaring Apung di Kecamatan Monado. Jurnal Galung Tropika, 7(3): 204-219.
Nugraheni, A. D., Zainuri, M., Wirasatriya, A. & Maslukah, L. (2022). Sebaran Klorofil-a secara Horizontal di Perairan Muara Sungai Jajar, Demak. Buletin Oseanografi Marina, 11(2):221–230.
Pratama, D. R. M., Yusuf., & Helmi, M. (2016). Kajian Kondisi dan Sebaran Kualitas Air di Perairan Selatan Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Oseanografi, 5(4): 479-488.
Purnawan, S., Zaki, M., Asnawi, T. M., & Setiawan, I. (2015). Studi Penentuan Lokasi Budidaya Kerapu Menggunakan Keramba Jaring Apung di Perairan Timur Simeulue. Jurnal Depik, 4(1): 40-48.
Putra, W. K. A., Suhaili, S., & Yulianto, T. (2020). Efesiensi dan Rasio Pakan Ikan dengan Berbagai Dosis papain Pada kerapu Cantang. Jurnal Perikanan Universitas Gajah Mada, 22(91):19-26.
Setiawan, H., Fahrudin, A., & Kamal, M. M. (2019). Analisis Hubungan Panjang Berat Pada Ikan Hermaphrodit: Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus) dan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Jurnal Biologi Tropis, 19(2): 124–130.
Soehadi, I., Sulistiono, & Widigdo, B. (2021). Kondisi lingkungan perairan Lokasi budidaya ikan kerapu di perairan pulau semujur, kab. Bangka Tengah. Jurnal teknologi perikanan dan kelautan, 12 (2): 205-219.
Soejarwo, P. A., & Fitriyanny, W. P. (2016). Pengelolaan Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan untuk Masyarakat Pesisir Pulau Panjang Serang, Banten. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2): 123-134.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2019). Air dan Air Limbah-bagian 11: Cara Uji Derajat Keasaman (pH) dengan menggunakan pH meter. SNI 6989.11: 2019: Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2014). SNI 6989.14-2014. tentang uji parameter DO. SNI 6989.14-2014. Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2004). SNI 06-6989.14-2004 tentang Air dan Air Limbah. SNI 06-6989.14-2004: Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2021). SNI 8995: 2021. Metode pengambilan contoh uji air untuk pengujian fisika dan kimia. SNI 8995: 2021. Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2005). SNI 06-6989.23-2005: Suhu Termometer. Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2015). SNI 6989.57: 2008 tentang metode pengambilan contoh air permukaan untuk pengujian kualitas air. SNI 6964-8-2015: Badan Standardisasi Nasional.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2021). SNI 8995: 2021: Metode pengambilan contoh uji air untuk pengujian fisika dan kimia. Badan Standardisasi Nasional.
Valentino, G., Damai, A. A., & Yulianto, H. (2018). Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Budidaya Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatu) di Perairan Pulau Tegal, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 6(2): 706-712.
Wilmansyah, D. H., Edial, W., & Prarikeslan. (2019). Analisis Kesesuaian Lahan KJA Budidaya Kerapu di Perairan Laut Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Buana, 3(2): 313-329.
Yunus, A. R., Budi, S., & Salam, S. (2019). Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Metode Keramba Jaring Apung di Perairan Desa Pulau Harapan Sinjai. Journal of Aquatic Environment, 2(1): 1-5.










