ANALISA PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp.) HASIL SILANGAN SANGKURIANG, MASAMO DAN PHYTON

  • Ni Kadek Puji Astuti Universitas Mataram

Abstract

Di NTB budidaya lele dibagi menjadi dua potensi yaitu potensi perkolaman dan perairan umum. Luas perkolaman sekitar 8.960 ha dan perairan umum 33.750 ha, sehingga ikan lele menjadi salah satu komuditas andalan di NTB. Salah satu penyebab kegagalan didalam budidaya ikan lele adalah rendahnya kualitas benih yang beredar di masyarakat. Rendahnya kualitas benih ini merupakan salah satu akibat dari resiko inbreeding yang dapat menurunkan kualitas benih baik dari pertumbuhan, meningkatkan angka FCR maupun menurunkan ketahanan tubuh benih dari serangan penyakit dan fluktuasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pada hasil persilangan  terdapat laju pertumbuhan yang lebih baik dari indukan yang tidak disilangkan. Hasil persilangan diukur dalam satuan berat (gram) dan panjang (cm) ikan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa hasil silangan ♀Sangkuriang >< ♂Masamo mempunyai nilai  pertumbuhan tertinggi dengan berat 302,0a g/ekor dan panjang 31,2a cm/ekor  serta Feed Conversion Ratio (FCR) paling baik yaitu 0,9 yang berbeda nyata (p<0,05)  dengan hasil silangan

Masamo >< Sangkuriang, Phyton >< Masamo, Masamo >< Phyton, Phyton >< Sangkuriang, Sangkuriang >< Phyton, maupun indukan yang tidak disilangkan yaitu Sangkuriang >< Sangkuriang, Masamo >< Masamo dan Phyton >< Phyton.

 

Keyword : Ikan Lele, Laju Pertumbuhan, Persilangan

Published
2019-05-08